Ganjar-Yasin Akan Terus Kurangi Angka Putus Sekolah

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen akan terus mengurangi angka putus sekolah di Jawa Tengah. Ganjar-Yasin akan mendorong meningkatkan lama sekolah yang saat ini rata-rata tercatat masih 7,27 tahun.

Hal itu disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo saat menyampaikan pidato perdana usai dilantik, pada Rapat Paripurna DPRD Jateng di Ruang Rapat DPRD, Senin (10/9/2018). Menurut Ganjar, pada periode pertama kepemimpinannya bersama Wagub Heru Sudjatmoko, banyak program yang sudah berhasil dicapai. Antara lain, pertumbuhan ekonomi Jateng yang lebih bagus dari nasional, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

“Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berfluktuasi positif dari 5,14% tahun 2013 menjadi 5,54% pada triwulan III tahun 2018. Angka ini lebih baik dibanding perekonomian nasional di periode yang sama, yakni 5,06% year on year,” ujar Ganjar.

Ganjar menambahkan, untuk capaian pengurangan kemiskinan per Maret 2018 sebesar 11,32% atau turun sebanyak 3,24% dari capaian awal Maret 2013, yaitu 14,56%. Dari angka tersebut, bisa dihitung, rata-rata penurunannya sebesar 0,65%/ tahun. Sehingga, jika dilihat dari trendline kinerja penurunan kemiskinan Maret 2013 – Maret 2018, semakin baik. Bahkan pada Maret 2017 – Maret 2018 merupakan kinerja penurunan kemiskinan tertinggi selama periode lima tahun, yakni 1,69%.

“Jika dibandingkan provinsi lain di Indonesia, kinerja penurunan penduduk miskin di Jateng periode September 2017 sampai Maret 2018 merupakan yang tertinggi. Jumlahnya turun 300,29 ribu jiwa atau turun 0,91%,” ungkap politisi PDI Perjuangan itu.

Indeks pembangunan sumber daya manusia, tuturnya, mengalami peningkatan, bahkan termasuk dalam kategori tinggi. Pada 2017, IPM terdata 70,52, naik 0,54 poin dari 2016 yang berada di angka 69,98. Tiap komponen pembentuk IPM, lanjut Ganjar, memang meningkat.

“Namun, yang masih perlu dipacu adalah rata-rata lama sekolah yang masih di angka 7,27 tahun,” tegas Ganjar.

Memperhatikan segala capaian kinerja pembangunan, PR yang belum terselesaikan dan berbagai masukan serta pertimbangan para pakar selama ini, maka lima tahun ke depan pembangunan Jateng Ganjar-Yasin memrioritaskan pada penguatan kualitas SDM. Prioritas tersebut, sambung dia, juga didasarkan pada tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Hanya kesiapan SDM berkualitas yang akan dapat menjawab tantangan tersebut. Karena itu, pihaknya berharap dewan bisa memberikan dukungan untuk meningkatkan anggaran pada sektor pembangunan SDM.

“Seiring penambahan anggaran pada sektor ini, kami akan memberikan lebih banyak lagi bantuan kepada lembaga-lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren dan sebagainya.Kami akan selalu mendorong bantuan yang diberikan bukan hanya untuk membangun fasilitas, tetapi juga penguatan karakter anak maupun masyarakat Jawa Tengah,” tutup Ganjar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*